Senin, 07 Juni 2010

Pameran di Musium Ronggowasito


APA jadinya jika museum masuk museum? Persisnya itu hanya terdapat di Museum Jawa Tengah Ranggawarsita.


Dalam rangkaian pelaksaaan "Festival Ronggowarsito" yang diadakan mulai tanggal 11 Mei dan berakhir 16 Mei 2010, museum Ranggawarsita berhasil menghadirkan sembilan museum di seluruh Jawa Tengah untuk ikut menyemarakkan festival tersebut.

'Festival Ranggawarsita' yang baru pertama kalinya diadakan di tahun 2010 ini, selain memamerkan benda-benda sejarah dan purbakala, diperlihatkan juga beberapa koleksi hibah dari berbagai museum di Jawa Tengah. Beberapa di antaranya adalah dua belas patung asli Dewa Syiwa, Dewi Durga, dan patung Ganesha dari Candi Ngempon.

"Kedua belas patung yang dihibahkan untuk museum Ranggawarsita adalah asli, ditilik dari pahatannya yang detail, meski digerus jaman. Dan agar tetap menjaga kelestarian cagar budaya Candi Ngempon, patung-patung yang sudah dihibahkan nanti akan diganti replika patungnya," ucap penjaga di stan Paguyuban Peduli Cagar Budaya Ratu Shima.

Selain patung, koleksi hibah lainnya didapat juga dari para pemerhati budaya dan kolektor-kolektor benda pusaka. Sebuah batu fosil dihibahkan Kol Oetomo dari Akademi Kepolisian Jawa Tengah. Batu fosil tersebut ditemukan saat Kol. Oetomo sedang bertugas di Jambi. Tak hanya itu, Ki Enthus Susmono, dalang terkenal Jawa Tengah turut pula menyumbangkan koleksi wayang terbarunya, yaitu Wayang Rai Wong (Anoman dan Bima).



Antusiasme anak sekolah

Dan ternyata mengunjungi museum dan napak tilas perjalanan sejarah di masa lalu, tak membuat anak-anak bosan mendadak dan kehilangan semangat dan gairahnya. Terbukti dari antusiasme pengunjung 'Festival Ranggawarsita' yang sebagian besar anak-anak sekolah.

Mereka begitu bersemangat mengunjungi salah satu stan yang memamerkan bangku-bangku sekolah di jaman dulu. Dalam stan tersebut diperlihatkan beberapa peralatan sekolah di jaman kuno, seperti blabak (papan tulis), sabak (media menulis), grip (kotak pensil) dan peralatan raga untuk praktikum.

Dra.Puji Suci Indah, selaku Kepala Seksi Pelayanan dan Tata Pameran, Museum Ranggawarsita, dalam wawancaranya dengan CyberNews, mengungkapkan,

"Antusiasme mereka terhadap stan ini begitu kentara. Mereka begitu bersemangat, ingin tahu seperti apa bentuk papan tulis dan bangku-bangku jaman sekolah dulu. Sayang, stan tersebut tutup mulai hari ini (14/5), padahal kebanyakan dari pengunjung festival ini adalah anak-anak sekolah"

Museum Ranggawarsita akan mengadakan 'Festival Ranggawarsita', sebagai program rutin tahunan, dan diharapkan setiap tahunnya, peserta festival dan jumlah stan akan terus bertambah.

"Harapan kami (red-pihak Museum Ranggawarsita), Festival Ranggawarsita yang akan diadakan setiap tahunnya ini, bisa menghadirkan lebih banyak jumlah stan dan peserta festival dari tahun ke tahun. Tak hanya dari museum-museum yang tersebar di seluruh Jawa Tengah, namun juga partisipasi dari para pemerhati budaya dan kolektor benda-benda pusaka" pungkas Dra. Puji Suci Indah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar