Rabu, 14 Oktober 2009

Ratusan Umat Hindu Sucikan Candi Ngempon

Ungaran, 14/10 (ANTARA)
Ratusan umat Hindu Jawa Tengah, ritual pamarisuda untuk menyucikan Candi Ngempon, di Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Rabu (14/10).Ritual dipimpin oleh Wakil Ketua Paruman Pinandito Jateng, I Nyoman Wedu, antara lain ditandai dengan penempatan sesaji di sejumlah tempat di candi Hindu yang terletak di Desa Ngempon itu.Sesaji yang mereka bawa dengan wadah tertentu dalam ritual itu antara lain berupa rangkaian buah-buahan, bunga, daun, air, dan api.Wedu mengatakan, ritual itu bertepatan dengan Hari Galungan yang jatuh pada Rabu Kliwon (Kalender Jawa,red.), 14 Oktober 2009."Pamarisuda merupakan ritual untuk menyucikan candi agar memiliki aura," katanya.Umat Hindu yang hadir di tempat itu antara lain berasal dari Semarang, Purwodadi, dan Kendal.Ia menjelaskan, sesaji biokawon atau biokala untuk menyucikan candi di bagian bawah, durmanggala di bagian tengah, dan priascita di bagian atas dan kompleks candi itu.Umat juga berjalan kaki mengelingi candi sebanyak tiga kali putaran dalam ritual tesebut. "Mengelilingi candi searah jarum jam atau simbol kesucian," katanya.Rangkaian ritual itu juga ditandai dengan upacara pecarnaan yang maksudnya memberikan suguhan kepada makhluk di sekitar candi."Pecarnaan untuk memberikan suguhan kepada makhluk di sekitar candi supaya tempat ini menjadi aman dan tenteram, tanpa gangguan," katanya.Ia mengatakan, pemugaran candi itu baru saja selesai."Kami akan memanfaatkan Candi Ngempon untuk tempat ritual pada hari-hari besar, karena selama ini ritual hanya dilakukan di Candi Prambanan pada Hari Nyepi," katanya.Ritual selanjutnya di tempat itu, katanya, diperkirakan tidak terlalu banyak yang hadir sebagaimana pertama kali pada Rabu (14/10) itu.Seorang tokoh umat Hindu Jateng, Sri Agung Begawan Ratu Gayatri, mengatakan, secara fisik, Candi Ngempon jenis candi perempuan karena ratnanya berjumlah genap dan terdapat empat purnama di setiap kepala candi."Candi Hindu di Indonesia adalah khas, berbeda dengan candi di India yang mengandung filosofi kasta," katanya.Candi Hindu di Indonesia, katanya, memiliki tiga bagian yakni kaki, tubuh, dan kepala sebagai filosofi hidup manusia."Secara dimensi, candi juga menggambarkan sebagai masa lalu, sekarang, dan akan datang atau lahir, hidup, dan mati," katanya.Ia mengatakan, pada masa lalu, Candi Ngempon sebagai tempat ibadah karena di sekitar candi itu terdapat pemandian kuno untuk menyucikan diri sebelum sembahyang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar